Hadiri Festival Sangga Nagara III, Edy Koesriyadi Tegaskan Dukungan JAGATARA terhadap Asta Cita Prabowo: Dorong Revolusi Pertanian dan Kemandirian Pangan
Hadiri Festival Sangga Nagara III, Edy Koesriyadi Tegaskan Dukungan JAGATARA terhadap Asta Cita Prabowo: Dorong Revolusi Pertanian dan Kemandirian Pangan
SERANG, BANTEN — Ketua Umum Jaga Nusantara Bersama (JAGATARA), Edy Koesriyadi, bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) JAGATARA menghadiri Festival Sangga Nagara III yang berlangsung di Lapangan Rancini, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Jumat (16/10/2026). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan masyarakat, pemerintah daerah, kelompok tani, dan pelaku usaha dalam mendorong transformasi sektor pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Festival yang diselenggarakan pada 15–18 Oktober 2026 ini menjadi momentum strategis untuk mengangkat potensi lokal, memperluas kolaborasi lintas sektor, dan mendorong pertanian yang lebih modern, produktif, inovatif, serta berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, JAGATARA menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggerakkan perekonomian daerah.
JAGATARA Dukung Asta Cita, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Ketua Umum JAGATARA, Edy Koesriyadi, menegaskan bahwa kemajuan pertanian membutuhkan keterlibatan berbagai elemen bangsa. Organisasi kemasyarakatan, pemerintah, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat perlu membangun kerja sama yang berorientasi pada manfaat nyata.
Komitmen tersebut sejalan dengan semangat mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, terutama agenda penguatan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas sektor pertanian, pembangunan dari desa, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Bagi JAGATARA, dukungan terhadap Asta Cita tidak cukup diwujudkan melalui pernyataan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi gerakan sosial yang mendorong partisipasi masyarakat, memperkuat kapasitas petani, dan membuka peluang pengembangan ekonomi produktif di daerah.
Penguatan pertanian menjadi salah satu aspek penting dalam upaya membangun kemandirian pangan. Oleh karena itu, potensi pertanian di Kecamatan Padarincang dan wilayah Kabupaten Serang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi, inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani.
JAGATARA memandang bahwa keberhasilan pembangunan nasional juga membutuhkan kontribusi dari tingkat lokal. Ketika petani semakin produktif, akses pasar semakin terbuka, dan usaha pertanian berkembang, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.
Edy Koesriyadi Ajak Petani Padarincang Berani Berinovasi
Dalam sambutannya, Edy Koesriyadi mengajak masyarakat, khususnya para petani dan kelompok tani, untuk bersama-sama membangun pertanian Padarincang agar semakin maju dan memiliki daya saing.
Menurutnya, potensi pertanian yang dimiliki daerah harus dikembangkan secara serius melalui semangat gotong royong, kreativitas, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Marilah kita bersama-sama membangun pertanian di Padarincang agar ke depan lahir petani-petani yang lebih maju, lebih inovatif, dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa pertanian masa depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga perlu memperhatikan efisiensi produksi, kualitas hasil pertanian, akses pemasaran, penguatan kelembagaan petani, dan peningkatan nilai tambah produk.
Transformasi tersebut membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari pengembangan kemampuan petani hingga terbukanya kerja sama dengan pelaku usaha dan jaringan pemasaran.
Melalui Festival Sangga Nagara III, diharapkan muncul gagasan-gagasan baru yang dapat dikembangkan menjadi program konkret untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Dorong Transformasi Pertanian yang Revolusioner dan Berkelanjutan
JAGATARA mendorong agar kemajuan pertanian di Kabupaten Serang tidak berhenti pada pola pengelolaan konvensional, tetapi bergerak menuju sistem pertanian yang lebih modern, efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan.
Transformasi pertanian tersebut dapat diarahkan melalui sejumlah langkah strategis, antara lain peningkatan keterampilan petani, pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan kelompok tani dan koperasi, perbaikan akses terhadap sarana produksi, pengembangan pengolahan hasil panen, serta perluasan akses pasar.
Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian perlu diperkuat agar pertanian menjadi bidang usaha yang produktif, memiliki prospek ekonomi, dan mampu menciptakan lapangan kerja.
Pendekatan ini penting agar petani tidak hanya menjadi produsen bahan pangan, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan pendapatan melalui pengembangan produk bernilai tambah dan penguatan rantai pasok.
JAGATARA berharap semangat perubahan tersebut dapat dimulai dari Kecamatan Padarincang, diperluas ke berbagai wilayah Kabupaten Serang, dan menjadi inspirasi bagi pengembangan pertanian di daerah lain di Indonesia.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, dan kerja sama yang berkelanjutan, potensi pertanian daerah diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas.
JAGATARA Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Edy Koesriyadi menyampaikan penghormatan kepada Bupati Serang, Hj. R. Rahmatul Zakiyah, serta para tokoh masyarakat, pembina JAGATARA, jajaran pemerintahan, unsur TNI-Polri, kelompok tani, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat yang mendukung kegiatan Festival Sangga Nagara III.
Atas nama keluarga besar JAGATARA, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Padarincang yang telah menerima kehadiran organisasi tersebut dengan baik.
Edy menegaskan bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat merupakan modal penting bagi organisasi untuk menjalankan kegiatan sosial dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk mengambil peran sebagai mitra masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, membangun kesadaran bersama, dan mendorong berbagai kegiatan produktif yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
JAGATARA juga berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, dan berbagai unsur masyarakat dapat terus diperkuat agar program pembangunan memberikan dampak yang lebih luas.
Perluas Kontribusi JAGATARA di Provinsi Banten
Dalam sambutannya, Edy Koesriyadi menyampaikan bahwa JAGATARA telah terbentuk di empat kabupaten di Provinsi Banten.
Perkembangan tersebut diharapkan menjadi landasan untuk memperluas kegiatan organisasi dalam bidang sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Bagi JAGATARA, keberadaan organisasi di berbagai daerah bukan semata-mata untuk memperluas struktur kepengurusan, melainkan juga untuk membangun jaringan kerja sama yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, semangat kebersamaan yang dibangun melalui Festival Sangga Nagara III diharapkan dapat menjadi awal bagi pengembangan program-program yang lebih konkret, terukur, dan berkelanjutan.
JAGATARA juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, sekaligus memohon maaf apabila terdapat perkataan, sikap, atau tindakan selama kegiatan berlangsung yang kurang berkenan bagi masyarakat.
Dihadiri Jajaran Pembina dan Berbagai Pemangku Kepentingan
Pembukaan Festival Sangga Nagara III turut dihadiri jajaran pembina JAGATARA, pengurus DPP, perwakilan pengurus daerah, serta sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Edy menyebut sejumlah nama pembina yang hadir, di antaranya Irjen Pol Kurnia Wawan Masudi, S.H., M.H.; Komjen Pol Kurnia Wawan Yanus Ultra; Irjen Pol Heru Dwi Pratondo; Mayjen TNI P.A. Adi Kurniyanto; Marsekal TNI P.A. Edding Sungkana; dan Laksamana Muda TNI P.A. Rahmat Wahyudi.
Hadir pula perwakilan pengurus JAGATARA dari Banten, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara, bersama para wakil ketua umum dan jajaran pengurus DPP.
Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur yang disebutkan dalam sambutan, termasuk perwakilan Polda Banten, Polres Serang, instansi pemasyarakatan, perangkat daerah, pemerintah Kecamatan Padarincang, unsur TNI tingkat kecamatan, kepala desa, kelompok tani, pelaku usaha pangan, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya ruang kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan para pemangku kepentingan untuk membahas potensi daerah serta mendorong kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rincian nama, jabatan, dan kehadiran setiap tokoh perlu disesuaikan dengan daftar hadir resmi penyelenggara sebelum berita diterbitkan.
Dari Padarincang untuk Kemajuan Pertanian Indonesia
Festival Sangga Nagara III diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pembangunan berbasis potensi lokal.
Bagi JAGATARA, kemajuan pertanian harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ekonomi masyarakat, dan terjaganya ketersediaan pangan.
Dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah nyata di daerah, dengan tetap memperhatikan kebutuhan petani, kondisi setempat, dan keberlanjutan program.
Ketua Umum JAGATARA, Edy Koesriyadi, bersama jajaran DPP berharap semangat kolaborasi yang tumbuh di Padarincang dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan potensi pertanian secara lebih inovatif.
Dengan mengedepankan gotong royong, peningkatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kerja sama antarpemangku kepentingan, pertanian diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi daerah dan nasional.
Festival Sangga Nagara III yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama: membangun pertanian yang lebih maju, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendorong kemandirian pangan Indonesia.
JAGATARA menegaskan bahwa kemajuan bangsa dapat dimulai dari daerah, dari desa, dan dari petani yang diberdayakan untuk menjadi lebih mandiri, produktif, serta berdaya saing.

Posting Komentar