1.500 Ton Produksi Timah Balok PT SMB Dipertanyakan, Sumber Klaim 90 Persen Bahan Baku dari Luar IUP



KOMDIGI.CO.ID-PANGKALPINANG – Besarnya produksi timah balok PT Sinergi Maju Bersama (SMB) yang disebut mencapai sekitar 1.500 ton sepanjang 2026 memunculkan pertanyaan terkait sumber bahan baku yang digunakan perusahaan.

Informasi yang diperoleh dari sejumlah sumber menyebut adanya dugaan pasir timah yang masuk ke PT SMB berasal dari luar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan.

Salah satu sumber bahkan mengklaim sekitar 90 persen dari bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan produksi tersebut berasal dari luar IUP.

“PT SMB tahun 2026 ini blok A 3.000 dan blok B 3.000. Artinya apa, 90 persen dari total 1.500 ton produksi balok timah milik PT SMB itu berasal dari timah ilegal,” ujar sumber.

Keterangan tersebut juga menyeret wilayah perairan Permis, Kabupaten Bangka Selatan. Sumber menduga terdapat aktivitas pengambilan pasir timah di sekitar wilayah IUP laut PT Timah Tbk yang berada berdekatan dengan wilayah IUP laut PT SMB.

Menurut sumber, kapal isap yang disebut berkaitan dengan PT SMB diduga sempat berpindah lokasi ketika terdapat pengecekan dari pihak PT Timah.

“Mereka juga mencuri pasir timah di IUP laut Permis milik PT Timah. IUP laut SMB dan IUP laut PT Timah itu bersebelahan,” ungkapnya.

Disebut Dibeli dari Sejumlah Wilayah

Sumber lainnya memberikan keterangan berbeda mengenai pola pasokan. Ia menyebut pasir timah yang masuk ke PT SMB diduga diperoleh dari sejumlah wilayah di Bangka Belitung melalui pengepul atau kolektor.

“Timahnya berasal bukan dari IUP mereka. Dari mana-mana. Timah dibeli dari Bangka Barat dan Bangka Selatan, Bangka Tengah ada,” katanya.

Dalam keterangannya, sumber juga menyebut nama Anis yang diklaim berkaitan dengan aktivitas pembelian dan pembayaran pasir timah di wilayah Permis.

“Anis jabatan sekretaris di kapal 4, tugasnya pembeli dan pembayaran,” ujarnya.

Namun, seluruh keterangan tersebut masih berupa klaim dari sumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen.

Asal-usul Bahan Baku Jadi Pertanyaan

Dengan adanya klaim produksi mencapai sekitar 1.500 ton, asal-usul bahan baku PT SMB menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan penjelasan.

Apalagi, apabila benar terdapat pasokan dari luar wilayah IUP, perlu dijelaskan bagaimana mekanisme penerimaan, pencatatan, serta verifikasi asal-usul pasir timah yang masuk ke perusahaan.

Direktur Operasional PT Timah Tbk telah dikonfirmasi terkait dugaan aktivitas di sekitar wilayah IUP laut PT Timah di Permis. Namun sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan.

Konfirmasi juga masih dilakukan kepada Andi Liu selaku owner PT SMB, Anis, serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh penjelasan dan hak jawab.

Redaksi menegaskan bahwa dugaan mengenai asal-usul pasir timah, aktivitas di wilayah IUP pihak lain, maupun nama-nama yang disebut dalam pemberitaan ini masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut.

Tidak ada kesimpulan mengenai tindak pidana dalam pemberitaan ini. Setiap pihak yang disebut tetap diberikan ruang untuk menyampaikan hak jawab dan hak koreksi.

Publik kini menunggu penjelasan: jika produksi PT SMB disebut mencapai sekitar 1.500 ton, dari mana bahan baku tersebut berasal dan bagaimana perusahaan memastikan seluruh pasokan memenuhi ketentuan yang berlaku?

Tim
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • 1.500 Ton Produksi Timah Balok PT SMB Dipertanyakan, Sumber Klaim 90 Persen Bahan Baku dari Luar IUP
  • 1.500 Ton Produksi Timah Balok PT SMB Dipertanyakan, Sumber Klaim 90 Persen Bahan Baku dari Luar IUP
  • 1.500 Ton Produksi Timah Balok PT SMB Dipertanyakan, Sumber Klaim 90 Persen Bahan Baku dari Luar IUP
  • 1.500 Ton Produksi Timah Balok PT SMB Dipertanyakan, Sumber Klaim 90 Persen Bahan Baku dari Luar IUP
  • 1.500 Ton Produksi Timah Balok PT SMB Dipertanyakan, Sumber Klaim 90 Persen Bahan Baku dari Luar IUP
  • 1.500 Ton Produksi Timah Balok PT SMB Dipertanyakan, Sumber Klaim 90 Persen Bahan Baku dari Luar IUP

Posting Komentar